Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

It's The Climb...

Posted in: Labels: - 0 comments
# Ini artikel yang gue tulis secara spontan beberapa menit setelah gue sadar kalo nama gue nggak tercandum dalam daftar 25 peserta Magang Kompas Muda angkatan ke2.

I can almost see it
That dream I am dreaming
But there’s a voice inside my head saying
You’ll never reach it
Every step I’m taking
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking
But I gotta keep trying
Gotta keep my head held high
There’s always gonna be another mountain
I’m always gonna make it move
Always gonna be an uphill battle
Sometimes I’m gonna have to lose
Ain’t about how fast I get there
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb
The struggles I’m facing
The chances I’m taking
Sometimes might knock me down
But no, I’m not breaking
I may not know it
Because these are the moments that
I’m gonna remember most, yeah
Just gotta keep going
And I, I got to be strong
Just keep pushing on
It’s the climb, yeah!
Keep on moving, keep climbing
Keep the faith, baby
Miley Cyrus – The Climb

* Yeah, it’s about the climb. Lagu diatas tadi akan kerasa kena banget kalo yang dengerin baru aja mengalami suatu kegagalan atau kekalahan. Dan…Ya, kita memang akan berbicara tentang itu.

* Kekalahan.

* Emang nggak enak sih kalo ngomongin tentang kekalahan, “Yaudah, sih, gue udah gagal ini, ngapain juga diomongin lagi.” Yup, itu yang salah. Kalo kita kalah, pastinya kita ngerasa down banget. Tapi baiknya, jangan terlalu lama berlarut dalam hal itu, karena kalo kita nggak bangkit, kita akan selamanya kalah dan menjadi loser. Wew.

* Beberapa pemikiran orang yang kalah (selain satu yang diatas tadi) :
  1. “Gue udah kalah sekarang, kayaknya gue udah terlalu sakit hati, deh, untuk nyoba lagi nanti.” Rasanya tuh udah eneg banget dan males ketemu orang-orang yang kita rasa udah ngebuat kita kalah. Tapi itu salah. Belajarlah berbesar hati, man! Bukan mereka yang ngebuat kita kalah, tapi diri kita sendiri. Percayalah, dalam setiap ‘pertandingan’ yang kita datangi, kita datang untuk menang. Tapi mungkin, hal yang kita bawa untuk itu belum sesuai dengan kriteria mereka.
  2. “Ah, ya ampun. Lo tuh nggak tau apa rasanya kalo jadi gue.” Ya memang, kita memang tidak tahu (dan sebaiknya jangan coba-coba untuk sok tahu). There’s no one who really understand what you feel. Kamu tahu, kalo hanya kamulah yang tahu. Jadi…Gunakanlah ke-tahu-anmu itu untuk memanage perasaanmu sendiri, dan bangkit. J
  3. I’m loser now. There’s nothing I can do next time.” Sedih juga, karena kebanyakan, sekali kita gagal, kita akan ngerasa gagal terus. Tapi nggak sebaiknya kamu begitu. Everything is gonna be okay! Kamu nggak boleh selamanya jadi loser. Tanamkan dalam diri kamu, kalo kamu akan menang suatu saat nanti. Pasti.
  4. “Ya menangnya suatu saat nanti.” Ya memang. Nggak ada segala suatu yang instan. Segala sesuatu perlu proses untuk didapat. Siapa tahu yang mengalahkanmu tadi sudah pernah kalah berkali-kali kemarin. Dan sekarang adalah kesempatannya. Karena ia terus mencoba dan tidak pernah menyerah.
  5. “Ngomong sih gampang.” Berarti kamu nganggap kalo ngelakuinnya susah. Jangan pernah menganggap sesuatu itu susah. Nggak ada yang susah kalo kamu tekun. Coba deh.
  6. Hey I’m tired and suck enough to trying.” Pernah buka undian di balik tutup botol? Apa Tulisannya? ANDA BELUM BERUNTUNG, JANGAN MENYERAH, COBA LAGI.
* Kenapa ‘The Climb’? Seperti yang dibilang tadi, lagu itu akan terasa kena banget kalo yang dengerin baru aja mengalami suatu kegagalan atau kekalahan. Tapi, Miley Cyrus berbaik hati untuk nggak ngebuat kita down. ‘The Climb’ akan membuat kita bangkit. There’s always gonna be another mountain. BUT I’m always gonna make it move. Meraih kemenangan tidak semudah yang kita bayangkan. Melihat si pemenang mengangkat piala di depan mata kita dan kita hanya bisa cemberut. Itulah ekspresinya. Pelampiasan si pemenang. Ia terlihat begitu bahagia, dan bangga. Karena usahanya yang sangat kerasa selama ini membuahkan hasil. Dan kita? Jangan cemberut. Itulah ‘mountain’nya. And you have to make it move. Akan selalu ada rintangan. Dan hanya si juara sejatilah yang bisa menaklukan tantangan tersebut. Ayo, jadilah juara sejati. Berbesar hatilah menerima kekalahan, sebagi bukti bahwa kau sudah siap menang. The struggles I’m facing. The chances I’m taking. Sometimes might knock me down. But no, I’m not breaking. Ingat baik-baik. Bahwa kamu, adalah orang yang kuat dan kamu akan selalu mencoba. Berusaha dan berdoa. You got to keep trying. Jangan dengerin apa kata orang, ayo percaya diri! Ayo ‘mendaki’ menuju kemenanganmu.

* Fakta tentang kekalahan. Kedengarannya klise, tapi ini semua 100% benar.
1. Semua orang pasti pernah gagal. Pernah kalah.
2. Sekalipun seorang yang dimatamu adalah orang yang sempurna dan selalu menjadi pemenang. Dia pasti juga pernah gagal.
3. Tidak akan ada orang yang selamanya kalah. Kecuali ia tidak mau mencoba.
4. Dalam satu pertandingan, pasti akan ada yang menang, dan ada yang kalah.
5. Dalam setiap pertandingan di dunia ini, ada 50% kemungkinan untuk menang, dan 50% kemungkinan untu kalah. Apapun yang kita lakukan, kita memulai pertandingan dengan setidaknya 50% kemungkinan untuk kalah.
6. Kekalahan adalah jalan menuju kemenangan.
7. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

* Kita seharusnya setelah jatuh:
- Jangan pesimis : Jangan pernah merasa sekali kalah dan kau adalah yang gagal selamanya. Kita nggak akan bisa jalan kalo pikirannya nggak baik dan nggak mendukung. Jadi jangan berburuk sangka pada dirimu sendiri untuk bisa memenangkannya.
- Optimis : Lawannya pesimis, ya, optimis. Jika kamu sudah bisa mengusir sikap pesimis itu dari dirimu, kamu harus jadi orang yang optimis. Semangat dan pikiran optimis yang akan memacu energi-energi kemenangan untuk bekerja. Percaya dirimu sendiri kalo kamu pasti bisa. Jika ada kemauan, pasti ada jalan.
- Jangan menyerah : Yup, jangan menyerah. Pasti udah hapal banget sama kalimat ini. Tapi ingatlah untuk terus melakukannya. Jangan pernah menyerah mencoba untuk mencapai impianmu. Sekali gagal, coba lagi, coba lagi, dan kamu akan berhasil.
- Evaluasi : Evaluasi dirimu sendiri. Dimana kekuranganmu. Dimana kesalahanmu. Sehingga kamu bisa gagal. Pasti ada yang tidak cocok. Ayo jangan ragu untuk introspeksi diri. Dan kalo perlu tanyakan pada orang terdekatmu dimana kira-kira letak kurangnya dirimu. Pasti itu akan sangat membantu.
- Jadi lebih baik : Evaluasi dirimu akan berhasil, jika setelah menemukan letak kesalahan, lalu kau memperbaikinya. Kesalahan memberimu pelajaran, pengalaman, dan pembinaan. Jadikan semua itu berarti. Jangan sampai kamu nggak dapat apa-apa dari kekalahanmu. Dengan kejadian itu, akan menambah pengalaman dan memperkaya pengetahuanmu. Lalu perbaiki kesalahanmu dan jadilah individu yang lebih baik kedepannya nanti.
- Jangan tertekan : Ini penting sekali. Biasanya kita stress dan tertekan karena mendapat tuntutan dimana-mana namun pada akhirnya ternyata kita gagal. Kita merasa sudah memikul beban yang sangat berat. Atau merasa minder dan malu karena tidak menang. Merasa payah dan dianggap remeh oleh orang banyak. Atau merasa telah mengecewakan banyak pihak yang telah membantu. Hei jangan dengarkan mereka. Mereka tidak tahu apa rasanya. Mereka tidak tahu yang kau hadapi. Mereka belum tentu bisa sampai kemana kau sudah sampai. Jangan pedulikan mereka. Karena mereka tidak berhak menuntut atau mencemooh dirimu. Teruslah berjalan tak perlu hiraukan suara-suara yang menjatuhkanmu. Dan orang-orang yang kau rasa telah kecewakan, saat mereka membantu, mereka sudah siap dan ikhlas dengan kemungkinan tidak terbantu. Percayalah.
- Cari semangat : Beberapa psikolog bilang kalo semangat yang paling penting dan paling berpengaruh adalah dari diri sendiri. Tapi siapa yang bisa menyangkal energi positif dari luar diri? Mungkin dari pacar atau orang tua. Orang-orang terdekat yang dengan tulus membantu dan memberi. Itu semua adalah semangat dan dukungan yang tak ternilai harganya, secara tak langsung telah memberimu semangat untuk maju, selangkah lagi...

* Kita tak pernah mencoba mengguruimu. Segala sesuatu tentang dirimu, kamulah yang paling tahu. Kamu mau coba atau tidak, it’s all up to youBut something that you have to know, is, it is as easy as it talked. Coba saja. Ingat, semangat dan positif. Berusaha dan berdo’a. Ingat ya, yang harus kita pikirkan agar bisa menang dalam suatu hal adalah bukan bagaimana caranya mengalahkan orang lain, tapi bagaimana caranya memenangkan diri sendiri.

* Katakan pada dirimu sendiri; “A litlle bit longer, and I’ll be fine.

* Kamu pasti sadar, bahwa hampir semua orang selalu berkata seperti ini padamu;
 
SEMOGA BERHASIL

Ordinary People

Posted in: Labels: - 0 comments
Afgan - Ordinary People


Girl I’m in love with you

This ain't the honeymoon
Past the infatuation phase
Right in the thick of love

At times we get sick of love

It seems like we argue everyday


I know I misbehaved
And you made your mistakes
And we both still got room left to grow
And though love sometimes hurts
I still put you first
And we'll make this thing work
But I think we should take it slow

This ain't a movie no
No fairy tale conclusion ya'll
It gets more confusing everyday
Sometimes it's heaven sent
Then we head back to hell again
We kiss and we make up on the way

I hang up you call
We rise and we fall
And we feel like just walking away
As our love advances
We take second chances
Though it's not a fantasy
I Still want you to stay
Take it slow

Maybe we'll live and learn
Maybe we'll crash and burn
Maybe you'll stay, maybe you'll leave,
maybe you'll return
Maybe another fight
Maybe we won't survive
But maybe we'll grow
We never know baby you and I

We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cause we're just ordinary people
Maybe we should take it slow
We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cause we're just ordinary people
Maybe we should take it slow
This time we'll take it slow
This time we'll take it slow

Ordinary people...Ordinary people...(Nada datar mencoba menjabarkan). Orang biasa. Ya, orang biasa. Aku ingat waktu aku kecil, di buku organizer ku yang dibilangnya ‘orgi’, atau sekarang bilangnya ‘binder’, ada kertas-kertas lucu dengan gambar anak perempuan, berwarna-warni, dan banyak tulisan yang menyerukan “Extra ordinary!”. Atau headline majalah-majalah cewek yang rubrik psikologisnya berjudul "Be Extraordinary!”.
Jadi mana hakikat yang sesungguhnya? Kita hanya biasa? Atau perlukah menjadi luar biasa? Luar biasa seperti apa? Kita melihat pesulap jalanan yang bisa memasukkan api ke dalam mulutnya lalu dikeluarkan lagi dan kita berseru; “Wah, luar biasa!”. Bukaaan...Bukan seperti itu. (Kurasa). Luar biasa...Adalah luar biasa!!! (Can you feel the emotions?). Aku yakin kamu nggak membutuhkan apa itu definisi biasa dan luar biasa dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Biasa, luar biasa, atau tidak biasa? Positif atau negatif? Jelas positif! Mana yang lebih kau suka? Kadang ada yang bilang, ‘Aku mau menjadi biasa saja. Menjalani semua hidupku dengan lancar-seperti yang bagaimana sudah Tuhan gariskan di jalan hidupku.’ Well, kamu mau menjadi sepertiSpongeBob Ball Pants, si Tuan Normal. Hal-hal normal itu. Hal-hal biasa itu. Itu monoton. Apa kamu mau hidupmu menjadi berwarna abu-abu seperti orang-orang di kota Swallow Falls pada film ‘Cloudy With a Chance of Meatballs’?! Tentu tidak.
Lihat semua orang. Semua punya cerita hidupnya sendiri. Jalan hidup yang berbeda-beda. Ragam masalah dan rezekinya, semua berbeda dan tak ada yang sama. Jadi jawaban dari pertanyaan diatas adalah...Tetteret tereett...KITA TIDAK BIASA. Lantas kenapa harus dibuat biasa? Jika kalian tidak mengerti penjelasanku, cukup pegang akat-kata ini, we are extraordinary! Everybody is extraordinary!!! Yeah...
Hey man...We shouldn’t take it slow...
We don’t know which way to go. TAPI, ibarat mobil, hidup ini kita yang kemudikan. Kita yang atur kemana tujuannya. Jika kita benar. Berkendara secara aman, mematuhi rambu lalu lintas, menghormati dan menghargai pengguna jalan lain, dan rajin merawat mobil kita, kita pasti akan sampai di tempat tujuan kita dengan selamat. Pasti itu. Pegang kata-kataku.
Oke, selesai dengan kata biasa. Dengan kata tidak biasa. Lalu, luar biasa. Apa kamu ingin menjadi luar biasa? 9 dari 10 orang menjawab; “Ingin!”. Bagaimana untuk bisa menjadi luar biasa? Nah, aku akan menjawab nanti dengan jawaban yang pasti kamu bisa terka. Tapi, begini proses menjawabnya. Coba jabarkan, apa itu definisi luar biasa menurutmu? Karena definisi dan penerapan kata luar biasa bagi setiap orang pasti berbeda-beda. Coba beritau aku. (Aku sudah bilang kan tadi, tidak perlu KBBI.) Apa yang menurut orang luar biasa, belum tentu untuk orang lain juga. Seperti; “Wih, komik Conan nomor 56 sudah keluar dan dijual dengan setengah harga! Luar biasa!” Iya untuk penggemar komik. Tapi untuk seorang yang tidak suka komik, hal seperti itu sama sekali tidak luar biasa. Atau, kamu mendapat peringkat 4 di kelas, temanmu yang peringkat 23 menganggap prestasimu luar biasa, namun tidak bagimu. Karena bagimu, yang luar biasa itu adalah jika kamu mendapat peringkat 1.
Aku berani bertaruh, apa yang sekarang-atau nanti kau jabarkan sebagai hal yang luar biasa menurutmu, adalah yang ingin kau capai. (Kalau tidak, lalu kenapa jawabanmu adalah itu?).
Sekarang, untuk menjadi luar biasa, jadilah dirimu sendiri. Nah, jawaban yang standar bukan. Pasti sudah ribuan kali kau mendengar hal seperti itu.Be yourself. Jadilah dirimu sendiri. Selami pikiranmu. Dekatkan dengan hatimu. Lihat, dengar, dan rasakan baik-baik. Apa yang kamu sendiri katakan, tentang siapa dirimu, dan mau jadi apa kamu. Dan kamu sekarang, apakah sudah sejalan dengan siapa kamu dan mau jadi apa kamu itu? 6 dari 10 orang menjawab; “Tidak.”. Lantas, apa jawabanmu.
Aku tahu, kadang keadaan tidak mengijinkanmu mengikuti kata hatimu. Namun kata sesungguhnya bukanlah tidak, namun belum. Nah, sudah sering juga kan dengar seperti ini.
Ingat definisi luar biasa menurutmu-itu dengan baik. Lalu lihatlah, jika memang itu jawabanmu dan itu kamu. Beberapa hari dari sekarang, kamu akan maju selangkah. Good luck.

Maybe we won’t survive.
But maybe we’ll grow.

Copyright © 2010 Psikologi UIN 2011 All rights reserved. Powered by Blogger .

Design by themetraffic. Blogger Template by Anshul | Funny Pictures.